Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara IPAL Cisirung

BANDUNG – Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Puslitbang Sda) secara sah telah menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) Instalasa Pengolahan Limbah (IPAL) Cisirung kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, melalui pnenadatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima Hibah BMN IPAL Cisirung, Senin (6/1/2020)

Proses serah terima IPAL Cisirung ini sudah berlangsung dari tahn 2006, namun dalam perjalannya, dikarenakan perubahan kebijakan dan sebab lain yang berkembang, proses serah terima belum terlaksana. Hingga akhirnya di bulan November 2019 yang lalu telah diterbitkan persetujuan hibah BMN oleh Kementerian Keuangan selaku Pengelola Barang, melalui surat Menteri Keuangan Nomor S-183/MK.06/WKN.08/KNL.01/2019 tanggal 5 November 2019 dan Nomor S-215/MK.06/WKN.08/KNL.01/2019 tanggal 29 November 2019 tentang Persetujuan Hibah BMN dan/atau Bangunan pada Kementerian PUPR RI cq. Puslitbang SDA.

Pada tahun 2000, Menteri Kimbangwil menyerahkan hak atas pengelolaan IPAL Cisirung kepada Bupati Bandung, dimana yang diserahkan hanya pengelolaannya saja, tidak bersama asetnya.

“Bersyukur sekali proses selama 13 tahun akhirnya terlampaui, yang tadinya hibah berupa Pengelolaannya saja sekarang dihibahkan dengan seluruh asEt dan lahannya” , yang urgensinya menguatkan surat Bupati Bandung Nomor 658.31/727/DLH tanggal 25 Maret 2019 untuk menerima aset BMN IPAL Cisirung, ujar Eko Winar Irianto (Kepala Puslitbang SDA)

Pembangunan IPAL Cisirung dimulai sejak tahun 1986 sebagai proyek percontohan IPAL industri gabungan di Jawa Barat, dimulai dari Instruksi Wakil Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 593/1643/BKPMD tanggal 4 Maret 1985 yang sudah membebaskan tanah seluas 4.040 m2 (tahap 1) dan tanah seluas 7.180 m2 (tahap 2).


Dengan ditandatangani Naskah Perjanjian Hibah (NPH) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah IPAL Cisirung ini, maka status kepemilikan aset IPAL Cisirung resmi menjadi milik Pemkab Bandung. Pada hari ini dan seterusnya, dengan beralihnya status kepemilikan aset tersebut, tentunya merupakan salah satu dukungan terhadap upaya maksimal Pemkab Bandung dalam mengatasi permasalahan pencemaran Sungai Citarum.


Ucapan terima kasih disampaikan oleh Bupatu Bandung Dadang M Naser dalam sambutannya, dirinya juga mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan konsultasi dengan pihak-pihak terkait agar IPAL Cisirung dapat dikelola dengan ideal. Bahkan diakui Dadang, pihaknya juga akan menambah IPAL terpadu lainnya. Harapannya seua ini dapat dikelola dengan sempurna dan ideal untuk mengurangi beban pencemaran Sungai Citarum